koleksi puisi bagus
Kamis, 02 Oktober 2014
kekasih dimata
sekilas senyum itu membuatku buta.
aku yang terlantar di rimba raya,
aku yang tersesat di alam maya.
mimpiku...
aku masih sama..
sekian waktu tercurah segalany..
hingga aku yakin,
engkau masih sama,
Menyimpan stiap kenangan,.
Setiap yang tercecer di setapak jln..
aku dan hatikuq..
kini hany membisu..
Membentu satu tanya yang sering menyapa
Adakah aku kekasih dimata?
yang manis diantara mereka...
Yang pahit jika pudar warna rahasia..
kenangan
kapan janji tak teringkali?
kau dan aku adalah penjudi
mempertaruhkan lalu menaruh kekalahan dalam nurani.
Ketika engkau diam,,,
aku adalah diantara yang kau acuh kan.
Kita bukan lagi diantara yang menghidupkan kenangan..
perempuan peronika
kesombonganmu...
seolah engkau saja yang bgtu pantas membusungkan dada..
tajam matamu, memandang bak menerkam lalu binasa
kau tahu,mata itu seharusnya mencurah kasih yang lama sirna.
lipstik memerahkan dunia,
menggandeng kemeja merana..
kenapa tidak,blum sempurna sudah berjaga
menganga,terbuka,seperti koyak pula,
rambutmu apalah daya, hembusan angin kian membuatny girang menari
menari nari bak ilalang berduri.
tak apa,cerita tidak sesingkat waktu,,
malam berlalu,sedang engkau siap menutup entah itu malu.
situan
ombak datang kita menghadang
umpan bukan beban
sebatang kayu girang berendam,
ayo...tuan..
selagi belum topan,
selagi belum tercium karang,
tiba jua di sebrang..
senada dunia
Erangan lagu mesin menggema
Berdirinya yang takkan sempurna.
Esok dimalam yg buta,
Tumbuh sembari meronta.
Di balik kaca, yang tersenyum yang terluka
Akan ku gilap walau kau tak meminta.
Esok atau saat terik menyapa,
Ada yang menuding dari balik jendela
Tiraimu separas mata,
Mengintip dengan nada curiga
Mereka melintas saja,
Menginjak halamanmu tanpa sepatah kata.
Lalu aku jua tak bicara.
Esok lusa,kita lakukan bersama,
Entah dia atau mereka yang disana,
Enggan menyapa
tapi..
Jika masih..
Aku takkan tiba disini
Dari celah gelap sembunyi,
Jauh menatap dariku sendiri
Sedang silih berganti,
Takkan aku tiba disini
Seruanmu bergumam sesekali,
Mengetuk ngetuk gendang telinga ini,
Rayuanmu bertamu di ruang sunyi,
Dan kusuguhkan angkuhny hati
Tapi?
berapa menit?
Aku ingin memiliki istri untuk berapa menit saja
Pemilikny berkata, engkau tak perlu mencuri dariku,
Karna aku membutuh kan beberapa lembar dari pagimu
Apakah engkau akan mengenalkan ku pada lamunanmu?
Mungkin!
selimut garong berdasi
Tentram mengabdi
Situan patah hati
Selimut garong berdasi
Simpan peluru senjata tak berapi,
Situan diam bagai malu unjuk gigi,
Selumut garong berdasi,
Patah kaki disana sini,
Situan menyanyi walau tak bergigi...
Agar tak mudah engkau menemukanny
Cinta yang mudah bagimu, mudah pula engkau memudarkanny..
Biarlah.bersama gelap ini...
Kuberpaling pada sepi...
Mendekapmu itu tak mudah,...
Esok,saat pazar tiba kaupun tiada..
Tapi,aku bs menunggu malam berikutnya,,
Akan diabadikan cintaku dimalam ini,,
Bersama mimpi
hujan...
Kau peras keringat yang ku simpan,
Lalu mencari jalan pulang,
Saat terik menjabat kulit kering nan kusam,
Debu-debu mengering di ranjang dendam,
Malam sudah pulang
Senja menebar cahaya indah tak panjang,
Lalu gelap menghujam,
Kasih datang,kisah menikam,
Hujan,,,
Genanglah jejakku agar ku lupa...
Rabu, 24 September 2014
jalan kita
Mendaki dan menurun
Bila tiba engkau dimana,
Sendi sendi rapuh tak bermaya..
Jalan ini tiada berujung,
Sepertiga darinya berjalan seperlunya
Seperti yang tertunda,atau berhenti selamanya
Tapi,,
Yang usang,yang redam,,
Tersimpan dalam..
Lalu..
Tika rebah mengasah tajam...
pasrah
Kau suguhkan kepura-puraan di atas meja yg ku gelar
Akan menjadi lebih indah jika engkau tuangkan gelas kebohongan
Aku tergugah,,
Aku tergugah mendengar drama yang engkau tata sedemikian rupa
Suapilah aku,,
Ku telan walau bercampur pilu,
Ku tenggak jua empeduw
Indah..
sbuah janji
Meski malam ini kembali,,
Kamis, 04 September 2014
GAZA GEJOLAK TERTUNDA
Gejolak reda tertunda
Air mata,darah adlah bekas tertunda
Namun peluru menunggu aba-aba
Inikah musim yang gugur,banyak nyawa bertabur?
Tenanglah saudara,bibit menjdi saksi mata
Tenanglah saudari, bayimu menunggu gagah nanti
Gejolak mash menanti
Entah terkoyak nanti,atau terhiyanati
Gaza masih tetap berdiri
Bahkan lebih ingin berdiri lebih tinggi
Minggu, 17 Agustus 2014
Hidup yang hilang
Aku hanyalah orang-orang yang hilang
Tidak sulit mencariku, jika kau buka mata kita pasti bertemu.
Aku adlah pencuri,,
Pencuri pengisi perut tak terisi,
Tapi,engkau juga pencuri,,
Pencuri kehidupan orang lain.
Pencuri.
Hai tuan berbaju baru,berilah aku sepasang sepatu,
Mungkin sdah saatny aku bersabar dengan tanah berbatu,
Aku trharu mencium baumu,,
Rabu, 23 Juli 2014
Gundah: halusinasi
Aq sengaja bejalan di blakangmu..
Melihat tindak tandukmu,dan aku sdh tahu ap yg ada di bnakmu.
Aq sengaja diam,
Halusinasi yang berjalan.
Tunggu, tunggu sajakku berbunyi mngangkat sumpahmu tak lagi berlari..
Lalu,
Ap gunany kau disitu jka enggan saling membahu..
Sudahlah, pertengkaran yang kau suka,
Saat mreka bertanya, kita saling tuding muka.
Aq sengaja diam.
Tindak tandukmu bikin meriang..
Menggletar badan lagi terngiang.
Ambilkan aq satu, siapa yang tahu.
Tunggu,tunggu sajaku berbunyi.
Rabu, 16 Juli 2014
Pura-pura
Lihatlah aku sebagaimana aku melihatmu
Gunakan aku,tapi jagn sperti aku mnggunakanmu
Pikirkan aku,sama ketika ku mencoba menerka langkahmu
Engkau tak butuh cermin
Engkau tak tuli
Engkau bukan buta
Engkau hanya pura-pura
Lihatlah aku sebgaimana aku melihatmu
Siapa yang bicara,siapa yang sempurna?
Elok dikata tak indah dimata
Elok bicara menyinggung rasa,
Lalu,engkau yang trluka..